Santa Perawan Maria, Ratu
Beatae Mariae Virginis Reginae
Ratu Surga adalah suatu gelar yang diberikan kepada Perawan Suci Maria oleh umat Kristiani, terutama penganut Katolik dan Ortodoks. Gelar ini merupakan konsekuensi dari Konsili Efesus dimana Sang Perawan Maria dinyatakan sebagai Bunda Allah. Umat Kristen Ortodoks dan Katolik juga percaya bahwa Maria diangkat ke surga, sesuatu yang menjadi dogma dalam Gereja Katolik Roma semenjak tahun 1950.
Dogma Katolik menyatakan bahwa Maria berada di surga, Bunda Allah yang Tak Bernoda, Sang Perawan Abadi Maria, setelah menyelesaikan perjalan kehidupan duniawinya, yang tubuh dan jiwanya diangkat ke dalam kemegahan surgawi. Gelar Ratu Surga telah menjadi sebuah tradisi Katolik, termasuk di dalam doa-doa dan karya sastra devosi, dan terlihat di dalam kesenian Barat yang bertemakan Pemahkotaan Sang Perawan, mulai dari Abad Pertengahan Tinggi, jauh sebelum hal ini diberikan status resmi oleh Gereja. Gelar ini dimasukkan oleh Paus Pius XII di dalam ensikliknya mengenai Ratu Surga, Ad Caeli Reginam. Selama berabad-abad, saat mengucapkan devosi Litani Loreto, umat Katolik merujuk Maria sebagai ratu surga.
Gereja Ortodoks Timur tidak mendukung dogma Katolik ini, tetapi memiliki sejarah liturgi yang kaya (berbagai himne, khotbah, patung) mengenainya. Tema-tema yang dipakai antara lain naiknya Maria ke surga bersama para malaikat, berkumpulnya para rasul di sekeliling Perawan Maria yang sedang sekarat, prosesi pemakamannya, makamnya yang kosong, dan Maria di surga. Umat Ortodoks juga memiliki sebuah sejarah kepercayaan devosi yang kebanyakan berasal dari Liber de Transitu Mariae (Buku peralihan Maria) yang diperkirakan dibuat di akhir abad ke-4.
Berikutnya
Bacaan Misa
Tabel leksionarium yang dimuat situs ini tidak memiliki bacaan khas untuk hari ini.