Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga
In Assumptione Beatae Mariae Virginis
Maria Diangkat ke Surga adalah satu dari empat dogma Maria dalam Gereja Katolik. Dalam salah satu konstitusi apostolik berjudul Munificentissimus Deus yang dikeluarkan oleh Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950, dogma Maria Diangkat ke Surga didefinisikan sebagai berikut.
Dengan otoritas dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Petrus dan Paulus yang terberkati, dan oleh otoritas kami sendiri, kami mengumumkan, menyatakan dan mendefinisikannya sebagai sebuah dogma yang diwahyukan Allah: bahwa Bunda Tuhan yang tak bernoda, Perawan Maria yang tetap perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi.
Dogma tersebut didasarkan pada dogma Maria Dikandung Tanpa Noda yang ditetapkan pada tahun 1854, yang menyatakan bahwa Bunda Maria sejak dikandung pun telah terbebas dari dosa asal, dan kedua dogma tersebut berlandaskan pada konsep Maria Bunda Allah. Melalui dogma ini, Gereja Katolik secara khusus menyatakan bahwa Bunda Maria tentulah "diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi" (MD 44). Mengenai keadaan Maria di akhir hayatnya, Gereja tidak mengajarkannya secara eksplisit sehingga membuka kemungkinan akan Maria yang meninggal sebelum dibangkitkan dengan ajaib lalu diangkat ke surga (penafsiran fana) atau Maria langsung diangkat tanpa mengalami kematian (penafsiran abadi), meskipun Tradisi sendiri lebih condong ke arah penafsiran fana. Gereja-Gereja Timur sendiri merayakan "Tidurnya Sang Theotokos" sebagai perayaan yang sebanding dengan Maria Diangkat ke Surga.
Berikutnya
Bacaan Misa
Setiap tahun
Vigil
- Bacaan Pertama
- 1 Chr 15:3-4, 15-16; 16:1-2
- Mazmur Tanggapan
- Ps 132:6-7, 9-10, 13-14
- Bacaan Kedua
- 1 Cor 15:54b-57
- Bait Pengantar Injil
- Lk 11:28
- Injil
- Lk 11:27-28
Mass during the Day
- Bacaan Pertama
- Rev 11:19A; 12:1-6A, 10AB
- Bacaan Kedua
- 1 Cor 15:20-27
- Bait Pengantar Injil
- Tidak tersedia di sini
- Injil
- Lk 1:39-56