Madah ”Allah Tuhan Kami”
© Libreria Editrice Vaticana Sumber: vatican.va
Te Deum atau Madah Allah Tuhan Kami adalah kidung pujian Kristen awal. Judulnya diambil dari kata bahasa Latin pertamanya, Te Deum laudamus yang berarti "Engkau Allah yang kami puji". Kidung ini terdapat dalam liturgi Gereja Katolik. Kidung ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah untuk
Allah, Tuhan kami.
Engkau kami puji dan muliakan.
Bapa yang kekal abadi,
seluruh bumi bersembah sujud pada-Mu. Bagi-Mu seluruh malaikat bermadah,
seluruh isi surga bernyanyi.
Bagi-Mu Kerubim dan Serafim
tak kunjung putus melambungkan pujian. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan,
Allah segala kuasa.
Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, rombongan para nabi berbakti.
Kepada-Mu barisan para martir berkurban dengan mempertaruhkan nyawa.
Kepada-Mu Gereja kudus beriman,
tersebar di seluruh dunia.
Ya Bapa yang mahakuasa,
pencipta semerta alam.
Putra sejati yang terpuji,
Putra Bapa yang tunggal.
Roh Kudus, cahaya mulia,
penghibur umat beriman.
Engkaulah raja agung, ya Kristus,
Engkaulah Putra Allah yang hidup.
Engkau sudi dikandung santa perawan menjadi manusia
demi keselamatan kami.
Engkau mematahkan belenggu maut,
membuka pintu kerajaan surga bagi kami. Engkau bertakhta mulia di sisi Bapa,
mengadili umat manusia.
Kami mohon,
lindungilah hamba-hamba-Mu,
yang Kautebus dengan darah-Mu sendiri.
Sambutlah kami bersama para kudus
dalam kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan,
dan berkatilah milik pusaka-Mu.
Bimbinglah kami semua,
dan muliakanlah untuk selamanya.
Setiap hari kami meluhurkan Dikau,
kami memuji nama-Mu sepanjang masa. Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,
agar senantiasa luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan,
kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setia-Mu
kepada kami,
sebab kami berharap kepada-Mu.
Kepada-Mu kami percaya, ya Tuhan,
kami takkan kecewa selama-lamanya.
Lihat juga
- CCC 168
- Enchiridion Indulgentiarum conc. 26 § 1, 2°